Rencana Kontijensi Bencana

RENCANA KONTINJENSI

KABUPATEN MALANG

DALAM MENGHADAPI KEMUNGKINAN ANCAMAN BENCANA BANJIR

Oleh:

YOGA PANDU WASKITA

20.0790/B

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI KAMPUS SUMATERA BARAT

2012

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1.      GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALANG

Kabupaten Malang adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang terletak di Propinsi Jawa Timur dan merupakan Kabupaten yang terluas wilayahnya dari 37 Kabupaten/ Kotamadya yang ada di Jawa Timur. Hal ini didukung dengan luas wilayahnya 3.348 km² atau sama dengan 334.800 ha dan jumlah penduduknya 2.346.710 (terbesar kedua setelah Kotamadya Surabaya). Kabupaten Malang juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi diantaranya dari pertanian, perkebunan, tanaman obat keluarga dan lain sebagainya. Disamping itu juga dikenal dengan obyek-obyek wisatanya.

1.1.Kondisi wilayah.

Kabupaten Daerah Tingkat II Malang terletak pada 112035`10090“ sampai 122“57`00“ Bujur Timur 7044`55011“ sampai 8026`35045“ Lintang Selatan dimana memiliki batass sebagai berikut:

  • Sebelah utara         : Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto.
  • Sebelah selatan      : Samudera Hindia.
  • Sebelah timur        : Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.
  • Sebelah barat          : Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri.

Kabupaten Daerah Tingkat II Malang merupakan Daerah Dataran Tinggi,Wilayah ini dipagari oleh :

  • Utara                     :  Gunung Anjasmoro (2.277m) dan Gunung Arjuno (3.399 m
  • Timur                     :  Gunung Bromo (2.392m) dan Gunung Semeru (3.676m)
  • Barat                     :  Gunung Kelud (1.731m)
  • Selatan      :  Pegunungan Kapur (650m) dan Gunung Kawi (2.625m)

1.2.Demografi.

Kabupaten malang meniliki jumlah penduduk 2.346.710 (terbesar kedua setelah Kotamadya Surabaya). Kabupaten Malang juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi diantaranya dari pertanian, perkebunan, tanaman obat keluarga dan lain sebagainya.

1.3.Kondisi Topografi.

  • Daerah dataran rendah terletak pada ketinggian 250-500m diatas permukaan air laut
  • Daerah Dataran Tinggi
  • Daerah Perbukitan Kapur
  • Daerah Lereng Gunung Kawi-Arjuno (500-3300m diatas permukaan air laut – dpal)
  • Daerah Lereng Tengger-Semeru di Bagian Timur (500-3600m dpal)

1.4.Kondisi Hidrologi.

Sungai-sungai yang mengalir mempunyai pengaruh yang besar bagi perekonomian yang agraris yaitu :

  • Kali Brantas                      : Membelah Kabupaten menjadi dua bagian yang berakhir di bendungan karang kates.
  • Kali Konto                        : Melintasi kecamatan pujon dan kecamatan ngantang dan berakhir di bendungan selorejo
  • Kali Lesti              : Mengalir dibagian timur di kecamatan turen, dampit dan sekitarnya dan memiliki banyak anak sungai yang lain.
  • Kali Amprong       :  mengalir di bagian timur di wilayah kecamatan tumpang dan kecamatan poncokusumo.
  • Kali Manjing         :  merupakan aliran lahar dingin gunung Semeru yang mengalir di wilayah kecamatan ampelgading dan berakhir di samudera hindia.

BAB II

PENILAIAN RISIKO/PENENTUAN KEJADIAN

DAN PENGEMBANGAN SKENARIO

 

2.1.Penilaian resiko.

Penilaian resiko didasari dengan dua penilaian ancaman yaitu dengan menilai probabilty yaitu kemungkinan terjadinya bencana dan dampak kerugian atau kerusakan ditimbulkan dengan asumsi skoring sebagai berikut :

2.1.1.       Skala probabilitas

  • Angka 5 pasti ( hampir dipasti 80 % – 99 %)
  • Angka 4 Kemungkinan besar (60% – 80 %, terjadi tahun depan, atau sekali dalam 10 tahun mendatang)
  • Angka 3 Kemungkian terjadi (40%-60 %, terjadi tahun depan , atau sekali dalam 100 tahun)
  • Angka 2 Kemungkinan Kecil (20 %-40%, terjadi tahun depan atau sekali lebih dari 100 tahun )
  • Angka 1 Kemungkinan sangat Kecil (hingga 20 %)

2.1.2.      Dampak Kejadian yang menimbulkan :

  • Angka 5 sangat parah ( 80 % – 99 %, wilayah hancur dan lumpuh total)
  • Angka 4 parah (60% – 80 %, hancur)
  • Angka 3 sedang (40%-60 %, Wilayah terkena rusak)
  • Angka 2 ringan (20 %-40%, wilayah yang rusak )
  • Angka 1 sangat ringan (kurang dari 20 %, wilayah rusak)

Dari instrumen diatas, dapat dihitung probabilltas dan dampak dengan mengasumsikan bencana yang terjadi di Kabupaten Malang dengan matrik sebagai berikut :

NO JENIS ANCAMAN BENCANA PROBABILITY DAMPAK
1 Tanah Longsor 5 3
2 Banjir bandang 4 3
3 Tanah Gerak 2 2
4 Angin Putting Beliung 2 2

2.2.Potensi bencana.

Kabapaten Malang dari tahun ke tahun tak pernah luput dari terjangan bencana alam, seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung. Tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Malang setiap tahun selalu rawan bencana alam, entah itu banjir, tanah longsor, tanah bergerak, atau angin puting. Ini tak bisa dilepaskan dari kondisi hutan kita yang rusak parah, paling parah di Pulau Jawa. Selain itu juga dikarenakan Kabupaten Malang berada pada kondisi geografis yang sangat ekstrim. Dimana kabupaten malang dikelilingi beberapa gunung dimana dari gunung- gunung tersebut memebentang sungai-sungai yang membelah kabupaten yang berakhir di samudra hindia. Sehingga bencana banjir bandang sangat mengancam permukiman penduduk sekitar sungai yang berada di dataran rendah yang notabene kedudukan rumah hampir sejajar dengan sungai yang mengalir.

2.2.1.      Penduduk.

Dari data Statistik Kabupaten Malang,

2.2.2.      Fasilitas prasarana dan asset.

Banjir  akan mengancam sebagian fasilitas atau prasarana serta asset yang berada di beberapa desa di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Malang. Berdasarkan inventarisasi fasilitas yang diperkirakan terkena dampak bencana gempa bumi yang diikuti Gelombang Pasang berupa fasilitas umum, perkantoran, prasarana transportasi, PLN, Telekomunikasi, fasilitas air bersih dan penyediaan BBM, tempat ibadah, jalan, jembatan, sekolah.

2.2.3.      Ekonomi.

Dari Sektor Ekonomi bencana banjir  diperkirakan akan mempunyai dampak berupa kerusakan jalan dan jembatan sehingga akses beberapa desa dan kecamatan terputus menuju daerah lain, dimana masyarakat sering berbelanja dan melakukan kegiatan ekonomi. Selain itu suplai barang ke beberapa daerah menjadi terputus karena daerah yang terisolir.

2.2.4.      Pemerintahan.

Datangnya banjir di beberapa daerah kabupaten Malang, secara otomatis ada beberapa kantor pemerintahan desa yang lumpuh dan tidak bisa menjalankan roda pemerintahannya karena terkena dampak ari banjir tersebut.

2.2.5.      Lingkungan.

Banjir yang terjadi mengakibatkan lingkungan sekitar sungai rusak serta daerah yang terkena dampak banjir menjadi sangat kotor karena sampah yang dibawa arus banjir dari hulu sungai. Selain itu sawah-sawah masyarakat yang berada di sekitar sungai menjadi terancam dengan datang banjir.

 

 

BAB III

KEBIJAKAN DAN STARTEGI

 

 

Untuk menanggulangi dan menguragi dampak dari banjir yang mengancam beberapa daerah di kabupaten malang perlu diadakan perbaikan sarana dan prasarana pencega banjir. Terutama melakukan penghijauan hutan yang berada di sekitar hulu sungai yang saat ini sudah banyak yang gundul karena penebangan liar yang dilakukan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

3.1.Kebijakan.

Beberapa kebijakanpenting yang harus diambil tersebut adalah :

  1. Menetapkan masa tanggap darurat dengan Surat Keputusan Bupati Malang  selama 7( tujuh ) hari.
  2. Mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk dapat dipergunakan dalam penanganan bencana.
  3. Mengkoordinasikan kegiatan penanganan bencana yang dilakukan berbagai lembaga baik pemerintah, swasta dan relawan.
  4. Memastikan semua korban (dalam hal ini manusia), dapat segera di tolong. Bagi korban yang luka-luka diberikan pengobatan dan korban yang kehilangan tempat tinggal ditampung pada tempat-tempat pengungsian. Sedangkan yang meninggal dunia segera dimakamkan.
  5. Apabila intensitas bencana cukup besar, maka perlu melakukan koordinasi dengan lembaga lembaga internasional melalui BNPB.
  6. Memantau dan melaporkan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana, baik harta benda maupun jiwa.
  7. Memastikan bantuan dapat sampai kedaerah pengungsian yang terisolir dengan mengerahkan seluruh armada angkutan .
  8. Mengatur bantuan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan transparan sesuai dengan aturan yang berlaku
  9. Mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat yang rentan terhadap ancaman bencana gempa bumi.
  10. Mengupayakan sterilisasi daerah bantaran sungai dari pemukiman yang berpotensi terkena banjir bandang.

3.2.Strategi.

Adapun untuk merealisasikan kebijakan yang telah ditetapkan di atas, maka perlu dioperasionalkan dalam beberapa strategi, yaitu :

  1. Mendirikan Posko Penanggulangan Bencana sekaligus Posko Bantuan dari tingkat Desa dan Kecamatan .
  2. Merealisasikan prosedur tetap yang dibuat sebelum terjadinya bencana banjir.
  3. Menentukan arah / langkah permasalahan yang akan dilaksanakan.
  4. Membagi tugas pelaksanan kerja dari unsure yang terkait.
  5. Memerintahkan seluruh Dinas instansi/lembaga/masyarakat untuk mengerahkan semua sumber daya dengan mempergunakan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan sebelumya.
  6. Menginventarisir semua kerugian / korban yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
  7. Menyediakan mobilisasi pengungsi antara lain Ambulance, tenaga medis/ obatobatan, tenda pengungsi/ dapur umum, Pangan / air bersih/ MCK/sanitasi
  8. Memperioritaskan perlindungan maupun pelayanan terhadap masyarakat yang rentan meliputi Lansia, anak-anak, Pasien Rumah sakit, Penyandang cacat, Ibu Hamil, Orang Stres.
  9. Apabila dampak yang ditimbulkan cukup besar, maka perlu dilakukan pengajuan bantuan yang dibutuhkan kepada organisasi donatur.
  10. Memberikan laporan pertanggung jawaban tugas yang diberikan.
  11. Mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanakan serta tindak lanjut yang direncanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PERENCANAAN SEKTORAL

 

 

4.1.SEKTOR POSKO

4.1.1.      Gambaran umum situasi.

Apabila terjadi banjir lahar dingin gunung semeru di daerah Malang selatan, maka diperkirakan desa lebakharjo kecamatan ampelgading akan dilanda banjir bandang yang menghanyutkan dan menenggelamkan rumah warga dan berbagai fasilitas baik listrik, transportasi dan komunikasi maka akses ke desa ini akan tertutup total sehingga desa menjadi terisolir sehingga muncul kepanikan di masyarakat. Dengan kondisi yang demikian, memungkinkan banyak bantuan yang mengalir dari berbagai donatur.

4.1.2.      Sasaran.

  • • Tergeraknya sumberdaya yang ada untuk melakukan tanggap darurat
  • • Terkendalinya penanganan bencana
  • • Terkoordinirnya segala bentuk bantuan bencana
  • • Terinventarisirnya kerugian dan korban yang ditimbulkan

4.1.3.      Kegiatan.

NO KEGIATAN PELAKU/ INSTANSI WAKTU
1 Membuat Posko BPBD Setelahnya tandatanda
2 Menyiapkan tim KODIM, POLRES, LSM, SAR, TAGANA,DLL Jika terjadinya tandatanda

bencana

3 Mengkoordinasikan kegiatan sektoral BPBD Setiap hari
4 Membuat laporan menyeluruh BPBD Setiap hari
5 Memberikan arah pelaksanaan BPBD Setiap waktu
6 Menerima dan menyampaikan informasi tentang perkembangan situasi BPBD, Orari, Humas,

Media Masa Dan Inforkom

Setiap saat
7 Mengkoordinir kebutuhan–kebutuhan di lapangan dan keamanan BPBD,Kodim, Polres, Sat Setiap saat

4.1.4.      Kebutuhan.

Table daftar kebutuhan

NO URAIAN JUMLAH SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH
kebutuhan tersedia kekurangan
1 HT 15 15 0 unit - -
2 Kendaraan operasional roda empat 4×4 4 4 0 unit - -
3 Kendaraan operasional roda 2 8 8 0 unit - -
4 papan data 3 1 2 unit 100.000 200.000
5 ATK (14 x 1 pkt x

5 posko)

70 0 70 paket 50,000 3.500.000,
6 Tenda pleton 2 1 1 unit 3.000.000 3.000.000
7 Tenda regu 10 5 5 unit 500.000 2.500.000
8 Genset 5000 watt 5 5 0 unit - -
9 Peralatan penerangan 10 0 10 unit 100.000 1.000.000
10 BBM kendaraan dan genset 1000 0 1000 liter 4.500 4.500.000
11 Konsumsi petugas posko 2100 0 2100 paket 10.000 21.000.000

4.2.SEKTOR PENTELAMATAN DAN PERLINDUNGAN

4.2.1.      Situasi

Di Kabupaten Malang dibagian selatan terdapat gunung semeru yang setiap saat memuntahkan lahar dingin terutama ketiaka musim hujan. Apalagi ketika hujan di kaki gunung sudah melebihi batas wajar. Muntahan lahar dingin ini mengalir melalui beberapa aliran dan salah satunya melalui celah kali manjing di kabupaten malang celah kali manjing ini memiliki kedalaman lebih dari 75 meter sehingga relative aman bagi permukiman warga. Namun tidak untuk sebuah desa di kecamatan ampelgading. Pada desa lebakharjo posisi kali manjing yang dialiri lahar dingin semeru relative hampir sejajar dengan pemukiman warga. Dan disana merupakan pertemuan dua sungai yakni kali manjing dan kali besuk. Sehingga debit air yang sampai di lebakharjo menjadi dua kali lipat lebih besar.

Dengan kondisi yang demikian ini, maka perumahan penduduk desa lebak harjo rumah yang berada di  bantaran sungai hanyut oleh derasnya air. Selain itu perumahan lain yang berada radius 1 km dari bibir sungai juga terancam tergenang banjir.

Dalam beberapa tahun dekat, memang belum terjadi bencana yang sangat besar. Namun kejadian 2 tahun yang lalu perlu menjadi catatan, dimana waktu itu 25 rumah  yang berada di tepian sungai rusak parah akibat aliran lahar dingin dari gunung semeru tersebut. Hal ini perlu diperhatikan, kemungkinan datangnya banjir yang 3 kali lipat besarnya masih terus mengancam. Mengingat saat ini kondisi hutan di lereng semeru selatan yang sampai detik ini kondisinya masih memprihatinkan.

Desa lebak harjo meruapakan salah satu desa yang posisinya lumayan terisolir. Sehingga ketika terjadi bencana disana perlu penanganan ekstra dari para penyelamat (SAR).

4.2.2.      Tujuan.

Sebagai pedoman dalam kegiatan Pencarian dan penyelamatan (SAR) dengan tujuan untuk:

  1. Meminimalisir jumlah korban jiwa
  2. Penyelamatan tanggap darurat
  3. Upaya pencarian korban jiwa yang hilang
  4. Adanya pembagian area atau wilayah operasi dan penanggung jawab
  5. Adanya struktur operasi SAR vakuasi yang terorganisir dan bersifat komando.
  6. Adanya data jumlah korban yang jelas dan terdokumentasi
  7. Adanya SDM yang terlatih
  8.  Adanya persepsi yang sama dan koordinasi yang solid antar instansi

 

4.2.3.      Sasaran.

  1. Pertolongan segera bagi yang masih hidup
  2. Mencegah agar tidak berkembangnya jatuh korban
  3. Evakuasi mayat/korban
  4. Mendokumentasikan setiap temuan dari setiap operasi

4.2.4.      Personil.

Personil 60 orang yang telah diberikan pelatihan SAR dan Evakuasi

Tugas pokok personil evakuasi :

  1. Melakukan pencarian korban
  2. Melakukan penyelamatan dan penilaian medis sesuai dengan kondisi korban yang ditemukan
  3. Memberikan penatalaksanaan gawat darurat medis ( pertolongan pertama) sesuai dengan kondisi korban yang ditemukan
  4. Memberikan rujukan atau tindak lanjut sesuai dengan kondisi korban
  5. Pendataan dan dokumentasi korban yang ditemukan
  6. Menyesuaikan kegiatan dengan instansi penanggulangan bencana lainnya
  7. Pembagian area pencarian

4.2.5.      Sruktur operasi.

  1. Posko INDUK
  2. Posko Operasi SAR dan Evakuasi

4.2.6.      Kegiatan yang dilakukan.

a)      Pra bencana

Kegiatan pra bencana

No Kegiatan Pelaku Peserta Waktu
1 Melakukan sosialisasi dan pelatihan SAR dan Evakuasi untuk 100 orang pesonil TNI AD,TNI AL,POLRI, PRAMUKA,

SATPOL  PP, BPBD, PMI ,PBK,

ORARI,RAPI, TAGANA

100 Orang Segera
2 Latihan berkala IDEM 100 Orang Segera
3 Aktivasi peralatan komunikasi dan jaring komunikasi  secara ekternal / internal IDEM 100 Orang Segera

b)     Pada Saat Bencana

Pada saat bencana terjadi seluruh personil langsung menuju titik operasi masing- masing yang sebelumnya sudah ditentukan. Serta membawa alat yang diperlukan sesuai kondisi medan an kebutuhan penyelamatan yang dibutuhkan.

 

c)      Pasca Bencana

KegiatanPascaBencana

No Kegiatan
1 Seluruh anggota Tim SAR melakukan konsulidasi dan koordinasi serta melakukan persiapan peralatan yang ada .
2 Aktifasi jaringan komunikasi dan peralatan komunikasi yang ada serta koordinasi instansi terkait
3 Pembagian  area  pencarian  pada  masing-masing  kecamatan  kelokasi  yang  telah ditentukan
4 Melakukan  evakuasi  korban  sesuai  dengan  acuan  dan  melaporkan perkembangan situasi dilapangan setiap jamnya keposko jika ditemukan
5 Dokumentasi dan pendataan korban
6 Debreffing masing-masing kelompok.

 

 

 

 

 

4.2.7.      Kebutuhan.

KebutuhanSektorSAR

No Nama Barang Merk/Type Banyak Harga

Satuan

Jumlah Harga

Kekurangan

Kebutuhan Persediaan Kekurangan
1 Tabung Oksigen

5000 ml

GEA/ 6 M3 8 4,000,000 32,000,000
2 Kompas Sunto 8 250,000 2,000,000
3 Peta Topografi Jantop-AD 10 10,000 100,000
4 Masker 3M 1,000 500 500 3,000 3,000,000
5 Motor Trail Suzuki TS 125 10 - 10 14,000,000 140,000,000
6 BBM Motor trail 800 4,500 3,600,000
7 Rescue Truk PS120 1 - 1 -
8 BBM Rescue truk 400 4,500 1,800,000
9 Rescue Car Ford Ranger 1 - 1 400,000,000 400,000,000
10 BBM Rescue car 400 4,500 1,800,000
11 Ambulan 10 10 -
12 BBM Ambulan 4,000 4,500 18,000,000
13 BBM Chain Shaw 20 4,500 90,000
14 Sepatu boot AP 110 10 100 50,000 5,500,000
15 HT Mottorola GM 2000 12 2 10 1,200,000 14,400,000
16 Radio Rigg Icom 2200 9 1 8 4,500,000 40,500,000
17 Alat pendobrak 1 0 1 -
18 BBM alat pendobrak 100 4,500 450,000
19 Alat Escavator 1 1 -
20 BBM Alat

Escavator

100 1 4,500 450,000
21 Jas Hujan 110 10 100 100,000 11,000,000
22 Racun Api 10 0 10 850,000 8,500,000
23 Sarung tangan 110 0 110 5,000 550,000
24 Tali 100 0 100 10,000 1,000,000
25 Senter 10 0 10 50,000 500,000
26 Baterai senter 160 160 2,500 400,000
27 Lampu sorot 2 0 0 750,000 1,500,000
28 Tandu 10 0 10 750,000 7,500,000
29 Kantong Mayat 850 100 750 100,000 85,000,000
30 Dongkrak 1 0 1 -
31 Perahu karet 2 0 2 30,000,000 60,000,000
32 Life Jaket 110 110 0 250,000 27,500,000
JUMLAH 526.376.000

4.3.SEKTOR SOSIAL.

4.3.1.      Situasi.

Dengan kondisi banjir yang mengepung desa lebak harjo tentunya membuat masyarakat desa menjadi panic dan situasi menjadi kacau dan tidak terkoordinir. Banyak masyarakat yang kehilangan rumah, harta benda, pakaian bahkan tak jarang yang keilangan anggota keluarganya. Sehingga kondisi psikologis masyarakat menjadi kacau. Sehingga masyarakatpun masih belum mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan maupun papan sendiri.

4.3.2.      Sasaran.

Tersedianya tenda dan tempat penampungan sementara

  • • Tersedianya pangan
  • • Tersedianya sandang
  • • Tersedianya dapur umum
  • • Tersedianya Genset
  • • Tersedianya selimut
  • • Tersedianya personil yang memadai

4.3.3.      Kegiatan.

KegiatanSektorSosial

No Kegiatan Pelaku Waktu
1

2

3

4

5

Rapat Koordinasi

Lokasi         POSKO           / Tenda Pengungsian

Dapur Umum

Pemberian Makan Siap

Santap

Melakukan Pendataan / Laporan

BPBD  , SOSIAL

Tim Dinas Sosial

Dinas Sosial

Dinas Sosial

Setelah Terjadi Bencana

1 Jam / Tenda

1Jam /200 Porsi

1 Jam / POSKO

2 Hari

4.3.4.      Standart minimal.

  • 1 Tenda Peleton untuk 30 jiwa
  • 1 dapur umum untuk 100 jiwa
  • Tenaga Relawan Yang Ahli
  • Sumber Listrik (GENSET)

4.3.5.      Proyeksi kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya

Kebutuhan Sektor Sosial

No Jenis

Kebutuhan

Satuan Standar jumlah

Hari

Volume Kebutuh sedia kurang Harga

Satuan

Jumlah
1

2

3

4

5

6

7

9

10

11

12

13

16

Nasi Bungkus

Pakaian

Selimut

Beras

Lauk Pauk

M.Tanah

tenda peleton

Genset{generator}

Tikar

Matras

Family Kid

Kid Ware

Food ware

Bks

Stel

Lembar

hari/kg(*1)

hari/paket(*2)

hari/liter(*3)

org/unit(*4)

org/unit

org/lembar

org/lembar

kk/paket

Paket

kk/paket

3

2

1

0.5

1

1

30

30

1

1

1

1

1

1

1

1

6

6

6

1

1

1

1

1

1

1

19,702

19,702

19,500

19,702

19,702

19,702

657

657

6,567

19,702

4,925

4,925

4,925

59,106

39,404

19,500

128,063

256,126

256,126

657

657

6,567

19,702

4,925

4,925

4,925

59,000

39,404

19,500

900,000

256,126

256,126

657

657

6,567

19,702

4,925

4,925

4,925

106

0

0

1,143,648

256,126

256,126

657

657

6,567

19,702

4,925

4,925

4,925

10,000

25,000

20,000

5,000

5,000

3,000

15,000,000

2,500,000

15,000

125,000

100,000

100,000

250,000

591,060,000

985,100,000

390,000,000

640,315,000

1,280,630,000

768,378,000

9,855,000,000

1,642,500,000

98,505,000

2,462,750,000

492,500,000

492,500,000

1,231,250,000

Jumlah                         13.783.783.000

4.4.SEKTOR KESEHATAN

4.4.1.      Gambaran Situasi.

Potensi bencana banjir yang mengancam desa lebakharjo kecamatan ampelgading cukup mengkhawatirkan. Apabila banjir lahar dingin benar-benar jerjadi, maka diperkirakan beberapa rumah akan hancur terseret arus. Selain itu kondisi desa yang tergenang air bah, dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Dengan kondisi yang demikian, jatuhnya korban baik luka-luka maupun korban sangat mungkin terjadi. Selain itu serangan penyakit bagi masyarakat karena daerah yang menjadi kotor juga berpotensi untuk terjadi. Untuk itu antisipasi di sector kesehata pun perlu dilakukan secara maksimal untuk meminimalisir jumlah jatuhnya korban.

4.4.2.      Sasaran.

  • Adanya Posko Kesehatan
  • Tersedianya pelayanan kesehatan yang optimal dan merata
  • Tersedianya SDM kesehatan yang profesional
  • Tersedianya Rumah Sakit rujukan
  • Dikirimnya laporan mengenai perkembangan situasi dan kondisi kesehatan kepada dinas instansi terkait sesuai dengan format yang ada.

4.4.3.      Kegiatan.

Kegiatan Sektor Kesehatan

NO KEGIATAN PELAKU WAKTU
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Melakukan rapat koordinasi

Membuat Posko

Kesehatan di Walikota.

Membuat rencana operasional

Menyiapkan dan mengirimkan  sarana prasarana dan tim medis

(TRC) ketempat yang membutuhkan

Melakukan rapat monitoring dan evaluasi secara berkala

Melaporkan secara bekala kepada instansi terkait

BPBD, Dinkes, PPK Pusat, dan instansi terkait lainnya Kodim, Polres

Dinkes Kota

Dinkes Kota, dan instansi terkait lainnya Kodim, Polres

Sesuai SK Walikota Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan Dinas Kes Kota

Gabungan Tim Penanggulangan

Bencana Bidang Kesehatan Kota

Dinkes Kota

Sesaat setelah kejadian

1 jam

1 jam

2 jam

Periodik

Periodik

4.4.4.      Kebutuhan.

Kebutuhan Sektor Kesehat

NO JENIS KEBUTUHANN STANDAR VOL HARI KEBUTUHAN KETERSEDIAAN KEKRGN HARGA SATUAN

(Rp)

JUMLAH BIAYA
KAB/KOTA PROPINSI
1 2 3 4 5 6 7 9 10
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

Obat & bahan habis pakai

Obat Spesialis

Tabung Oksigen

Darah

Isi Ulang Tabung

Oksigen

Infus Lengkap

Cairan Infus

Alat Suntik

Disposible

Stetoscope

Tensimeter

Minor Surgery

Surgery Mobile

Ambulance/Puskel

Tenda

Sepatu Bot

Jas Hujan

Tengki Air

Vel bed

Genset

Tikar

Masker

Sarung Tangan

Senter

Tandu

Handy Talky

Laptop

Kotak P3K

lengkap

Racun Api

Papan Data

Peta

Lemari Peralatan

Medis

ATK

BBM

Kantong Mayat

Sepeda Motor

Filling Cabinet

Tenaga Supir

Tim Gerak Cepat

Dr. Umum

Dr. Bedah ( Transport )

Perawat/Bidan

30%    per     orang

10%    per     orang

4            per     posko

2            per     orang

4            per     posko

5            per     posko

300      per     posko

500      per     posko

2            per     posko

2            per     posko

1            per     posko

1            unit

1            per     posko

1            per     posko

2            per     posko

2            per     posko

1            per     posko

2            per     posko

1            per     posko

4            per     posko

50         per     posko

1000   per     posko

2            per     posko

2            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

50         per               ambulance

10         per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

1            per     posko

6            per     propinsi

2            per     posko

266.324

266.324

100

10.000

100

100

100

100

100

100

100

3

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

30

100

100

100

100

100

100

15

100

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

79.897

26.632

400

20.000

400

500

30.000

50.000

200

200

100

3

100

100

200

200

100

200

100

400

5.000

100.000

200

200

100

100

100

100

100

100

100

100

1.500

1.000

100

100

100

100

100

3

200

47.938

15.979

360

12.000

360

300

18.000

30.000

120

120

60

1

100

60

120

120

60

120

60

240

3.000

60.000

120

120

60

60

60

60

60

60

60

60

900

600

60

60

60

60

75

3

200

7.990

1.332

4

-

-

150

9.000

20.000

50

50

20

-

3

14

40

40

-

100

3

-

100

1.000

40

3

15

-

1

-

-

-

-

-

-

100

-

-

-

-

7

3

7

23.969

9.321

36

8.000

40

50

3.000

-

30

30

20

2

-

26

40

40

40

-

37

160

1.900

39.000

40

77

25

40

39

40

40

40

40

40

600

300

40

40

40

40

18

-

-

10.000

30.000

1.500.000

200.000

50.000

25.000

12.000

4.000

150.000

750.000

200.000

1.000.000.000

250.000.000

7.500.000

45.000

35.000

400.000

35.000

5.000.000

35.000

2.500

5.000

60.000

550.000

2.500.000

12.000.000

75.000

1.500.000

500.000

200.000

2.500.000

875.000

4.500

200.000

14.000.000

1.500.000

50.000

100.000

100.000

239.691.600

279.640.200

54.000.000

1.600.000.000

2.000.000

1.250.000

36.000.000

-

4.500.000

22.500.000

4.000.000

2.000.000.000

tersedia

195.000.000

1.800.000

1.400.000

16.000.000

-

185.000.000

5.600.000

4.750.000

195.000.000

2.400.000

42.350.000

62.500.000

480.000.000

2.925.000

60.000.000

20.000.000

8.000.000

100.000.000

35.000.000

2.700.000

60.000.000

560.000.000

60.000.000

2.000.000

-

1.800.000

-

-

4.5.SEKTOR SARANA DAN PRASARANA

4.5.1.      Situasi.

Banjir lahar dingin yang mengancam desa lebakarjo kecamatan ampelgading berpotensi merusak sarana dan prasarana umum, terutama jalan akses masuk ke desa, sarana air bersih, listirk, MCK dan sarana dan prasarana umum lain yang mengakibatkan warga kesulitan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

4.5.2.      Sasaran.

  • Tersedianya air bersih dan perlengkapannya
  • Tersedianya rumah ibadah
  • Tersedianya MCK
  • Tersedianya taman pendidikan anak-anak
  • Tersedianya gudang logistik
  • Tersedianya kendaraan alat-alat berat
  • Tersedianya alat-alat galian
  • Tersedianya alat-alat angkat sampah
  • Tersedianya tong-tong sampah
  • Tersedianya alat angkut matrial
  • Tersedianya jembatan-jembatan darurat
  • Tersedianya alat angkut alat berat

4.5.3.      Kegiatan.

No Kegiatan Pelaksana Waktu Pelaksanaan
1. Menyediakan sarana dan prasarana PU

DINAS KEBERSIHAN DIKNAS

PDAM

DINAS PASAR DEPAG

sesaat setelah bencana terjadi

4.5.4.      Standart minimal.

1 MCK untuk 25 orang.

4.5.5.      Kebutuhan.

Kebutuhan Sarana dan Prasarana

NO KEBUTUHAN TOTAL TERSEDIA KURANG HARGA SATUAN TOTAL KET
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Air Bersih 5.516.560 - 500 2.758.280.000
2 Drum 27.580 - 150.000 4.137.000.000
3 Ember 55.160 10.000 551.600.000
4 Centong 55.160 5.000 275.800.000
5 Masjid 3 buah 10.000.000 30.000.000
6 Gereja 1 buah 10.00.000 10.000.000
9 MCK 50  UNIT 500.000 25.000.000
10 Taman Pendidikan 8 buah 2.500.000 20.000.000
11 Gudang Logistik 9 unit 1.000.000 9.000.000 sewa/hari
12 Gleder 4 unit 1.600.000 89.600.000 sewa/hari

 

4.6.SEKTOR PERHUBUNGAN.

4.6.1.      Situasi.

Banjir yang melanda desa lebak arjo kecamatan ampelgading datang, maka jalur transportasi akan terputus sehingga desa menjadi terisolir. Karena jembatan yang menghubungkan dengan kabupaten lumajang akan ikut terbawa arus. Apabila debit air semakin besar, diperkirakan juga akan merendam seluruh desa. sehingga masyarakat desa harus diungsikan ke  daerah yang lebih tinggi.

4.6.2.      Sasaran.

Apabila terjadi banjir lahar dingin, masyarakat bekumpul di dukuh lebak weden. Disana sudah ada truk-truk evakuasi yang akan mengantar masyarkat ke desa tangkil kecamatan tirtoyudo yang posisinya lebih tinggi. Truk-truk yang disediakan bertugas mengantar warga ketempat pengungsian melalui jalur yang ditentukan. Selain itu truk-truk atau kendaraan warga desa yang aman diharapkan dapat membantu warga yang berada di bantaran sungai untuk mengangkutnya ke pengungsian sementara di dukuh lebak weden.

4.6.3.      Kegiatan.

No Kegiatan Pelaku Waktu
1.

2

3

4

Menyiapkan armada transportasi darat dan laut

Staffing (personal) Persiapan BBM dan Suku Cadang Memberikan pengarahan dalam melaksanakan tugas

Dishub, Perusahaan angkutan, perusahaan pelayaran,

Dishub, Organda, Jasa Raharja

SPBU, Dealer, Bengkel dan Toko

Sparepart. Dishub,

Pasca Bencana Setiap waktu

Setiap waktu

Setiap waktu

4.6.4.      Kebutuhan.

Kebutuhan Sekor Perhubungan

NO JENIS KEBUTUHAN SATUAN TOTAL KEBUTUHAN TERSEDIA KEKURANGAN HARI HARGA SATUAN JUMLAH KET.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Truck Besar unit 30 80 - 14 1.000.000 420.000.000 Sewa
2 Pick Up Unit 5 60 - 14 500.000 35.000.000 Sewa
3 Perahu Karet Unit 2 - 2 14 20.000.000 40.000.000 Beli baru
4 BBM Unit 103.400 103.400 - 14 4.500 465.300.000 Beli
5 Sepeda Motor Unit 25 - 25 14 - - Motor dinas
6 Personil dan awak kendaraan Orang 160 160 - 14 50.000 112.000.000 Transport
JUMLAH 735.908.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PEMANTAUAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT

 

Dalam pemantuaun perencanaan yang telah disusun ini perlu dilakukan beberapa kegiatan sebagi control, kegiatan tersebut diantaranya adalah:

  1. Menghidupkan system informasi peringatan dini baik secara teknis maupun menggunakan sumberdaya pos kamling yang diterapkan di desa.
  2. Melakukan penghijauan hutan yang berada di lereng semeru selatan yang mulai gundul.
  3. Memberiakan peringatan kepada warga yang memiliki rumah di daera rawan bencana untuk tetap waspada.
  4. Merelokasi warga yang sudah sangat dekat sekali dengan bibir sungai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PENUTUP

 

Demikian rencana Kontinjensi yang telah disusun sebagi bahan masukan kepada bapak Bupati Malng sebagai bahan untuk mengantisipasi bencana yang rawan terjadi di wilayah kabupaten Malang sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun kebijakan lebih lanjut. Jumlah anggaran biaya yang ditimbulkan dari beberapa sektor dalam penanganan bencana bukanlah sebagai Daftar Isian Kegiatan tetapi adalah proyeksi kebutuhan apabila terjadi bencana. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, baik dari Pemerintah Kota, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota tetangga, instansi-instansi vertikal, lembaga-lembaga swasta, masyarakat, relawan dan lain-lain.

MALANG, JANUARI 2012

penyusun

About these ads
By Torandy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s